Apakah Speedcubing Tergolong Olahraga dan Layak Diikutsertakan di Olimpiade?

speedcubing in olympics - balap kubus rubik diikutsertakan di olimpiade
Seiring dengan berkembang pesatnya Balap Kubus (speedcubing), tidak jarang terdapat diskusi di kalangan speedcuber yang mempertanyakan apakah kegiatan ini tergolong olahraga dan apakah layak diikutsertakan dalam Olimpiade?

Olimpiade merupakan ajang kompetisi multiolahraga yang telah melibatkan setidaknya 10.000 atlet sejak diresmikan di Athena pada edisi tahun 1896. Berbagai perubahan kebijakan telah dilakukan oleh komite yang berwenang, dengan tambahan 100 cabang olahraga sejak tahun 1980. Namun, sejak beberapa edisi tidak banyak cabang olahraga yang ditambahkan di acara empat tahunan ini.

Definisi speedcubing

Speedcubing atau balap kubus adalah kegiatan menyelesaikan Kubus Rubik ukuran 3x3x3, kubus berdimensi lainnya, atau twisty puzzle dalam waktu sesingkat-singkatnya. Saat ini, hanya ada satu asosiasi yang menaungi kegiatan speedcubing di dunia yaitu World Cube Association (disingkat: WCA).

Persyaratan suatu cabang olahraga dapat terpilih di Olimpiade

Tahap pertama untuk menjadi cabang olahraga Olimpiade adalah suatu jenis olahraga mesti diakui oleh International Olympic Committee (disingkat: IOC). IOC menyertakan persyaratan bahwa aktivitas tersebut layak secara administrasi oleh satu federasi atau asosiasi yang menaungi setidaknya satu cabor. Ketika cabor tersebut diakui, statusnya akan dioper ke International Sports Federation (disingkat: IF).

Dua federasi tersebut akan meminta komitmen serta menerapkan sanksi kepada asosiasi suatu cabor jika kedapatan melanggar anti-doping Olimpiade.

Sekalipun IOC telah mengakui suatu aktivitas sebagai olahraga tidak serta merta membuat cabor tersebut layak diikutsertakan di Olimpiade—baik itu Olimpiade Musim Panas, Olimpiade Musim Dingin, maupun Paralympic. Sebut saja bowling dan catur, dua cabang olahraga ini diakui oleh IOC sebagai olahraga akan tetapi tidak dilombakan di Olimpiade.

Untuk menjadi bagian dari Olimpiade, asosiasi yang terdaftar di IF harus mengajukan permohonan penerimaan dengan mengajukan petisi yang menetapkan kriteria kelayakannya kepada IOC. IOC kemudian dapat mengakui suatu kegiatan dalam program Olimpiade dengan salah satu dari tiga cara berbeda: sebagai olahraga; sebagai disiplin, yang merupakan cabang dari olahraga; atau sebagai acara, yang merupakan kompetisi dalam suatu disiplin ilmu.

Aturan penerimaan sedikit berbeda antara olahraga baru, disiplin, dan acara, tetapi tujuannya sama. Begitu petisi diajukan, banyak peraturan dan regulasi mengendalikan apakah olahraga akan menjadi bagian dari Olimpiade. Jenis olahraga tersebut harus dipraktikkan secara luas oleh pria di setidaknya 75 negara dan di empat benua dan oleh wanita di tidak kurang dari 40 negara dan di tiga benua. Olahraga tersebut juga harus meningkatkan ‘nilai dan daya tarik’ dari Olimpiade dan mempertahankan serta mencerminkan tradisi modern.

Ada banyak aturan lain, termasuk larangan murni 'olahraga pikiran' dan olahraga yang bergantung pada tenaga mekanik. Aturan-aturan ini telah membuat catur, balap mobil, dan olahraga yang diakui lainnya keluar dari Olimpiade.

Jadi, apakah speedcubing tergolong jenis olahraga dan layak diikutsertakan di Olimpiade?

Jika mengacu pada rumitnya administrasi yang diperlukan untuk mendaftarkan speedcubing di Olimpiade, WCA sebagai satu-satunya asosiasi berpeluang untuk melakukannya ke IF dan ke IOC. Berbagai negara pun sudah diakui dan pernah mengadakan kompetisi resmi WCA, tercatat ada 199 negara yang diakui oleh WCA.

Peluang speedcubing diikutertakan dalam Olimpiade memang ada, tapi sangat kecil. Dari segi hiburan, kegiatan ini masih perlu perhatian lebih khususnya cara mengemasnya supaya lebih komersial. Dari segi kelayakan, masih banyak hal yang harus dievaluasi sebelum akhirnya benar-benar layak diajukan ke komite.

Posting Komentar

0 Komentar