Ingin Makin Cepat Menyelesaikan Rubik? Ikuti 5 Saran Ini!

cara latihan rubik yang benar

Untuk mencapai impian tertentu, tentu kamu harus mempersiapkan segalanya: tenaga, waktu, dan sumber daya lainnya. Begitu pun dengan speedcubing, tanpa keseriusan dan jam terbang yang memadai, mustahil kamu mampu menjadi yang tercepat.

Saran-saran di bawah ini ditulis berdasarkan pengalaman dan pendapat pribadi penulis, silakan mempraktikkannya sesuai preferensi dan kebiasaan masing-masing.

1. Berlatih saat kamu dalam keadaan senang dan tenang

Sebagian cuber, walaupun tidak semua, tentu senang menyelesaikan rubik. Bahkan bagi beberapa speedcuber top di dunia juga berlatih di kala merasa senang, bukan karena keterpaksaan untuk menekan catatan waktu dalam jangka waktu relatif singkat.

Memaksakan diri untuk berlatih saat perasaan sedang runyam hanya akan menghasilkan catatan waktu yang buruk. Kamu harus memiliki motivasi yang jelas, nikmati setiap solve yang kamu lakukan.

Toh ada saatnya kamu sibuk berkegiatan selain berlatih speedcubing, ada kalanya pula kamu berlatih selama berjam-jam atau bahkan seharian.

2. Berlatih cerdas vs berlatih asal-asalan

Ada perbedaan mendasar antara kamu berlatih secara urakan (hanya mengulang-ulang secara beruntun) dengan kamu berlatih sembari mempelajari teknik atau metode lainnya. Padahal, ada banyak cara ketimbang hanya berlatih untuk mencapai average of 100, seperti:
  • Belajar metode baru
  • Belajar dan berlatih algoritma alternatif
  • Bereksperimen dengan teknik tertentu
  • Berusaha mencatat dan mengevaluasi kekurangan
  • Berlatih fingertricks
Berlatih dengan cara cerdas membutuhkan kesadaran (conscious), sementara berlatih asal-asalan hanya mengandalkan irama jari tanpa kesadaran utuh (subconscious). Jika kamu ingin mendapatkan hasil latihan yang signifikan, berlatihlah dengan porsi 50% conscious dan 50% subsconcious.

Baca juga: Baru Belajar Rubik? Ikuti 7 Langkah Ini

3. Atur jadwal latihan

Jadwal latihan membuat kamu lebih disiplin, tanpanya mungkin kamu hanya akan mengandalkan keinginan saja untuk berlatih. Berbeda dengan poin pertama, jadwal memang agak sedikit mengekang. Hindari latihan setiap hari tanpa jeda, beri waktu istirahat sehari antar jadwal.

Contoh: Senin sore 3x3x3 cube dan 4x4x4 cube; Rabu subuh 5x5x5 cube 3x3x3 one-handed; Jumat sore 2x2x2 cube dan 3x3x3 blindfolded; Minggu pagi pyraminx, skewb, megaminx, atau twisty puzzle lain.

Waktu libur latihan bisa kamu sesuaikan dengan kegiatan sehari-hari, terutama di tengah kesibukan sekolah atau bekerja.

4. Jangan terpaku pada progres yang lambat

Tidak ada yang pasti dalam speedcubing, termasuk hasil latihan selama berbulan-bulan. Dalam beberapa kasus, ada yang bisa melampaui catatan waktu pribadi 1-2 detik dalam waktu bertahun-tahun, tapi ada juga yang mampu menekan catatan waktu 2-4 detik dalam waktu kurang dari setahun.

Selalu nikmati setiap progres dan proses yang kamu lalui, entah itu 30 detik, 20 detik, atau 15 detik. Pencapaian yang stagnan mungkin akan sering terjadi dan itu tidak bisa kita hindari.

5. Rehat sejenak saat bosan

Jangan pernah ragu untuk istirahat sejenak dari aktivitas cubing. Tidak jarang kita bisa meraih catatan waktu terbaik (PB/personal best) setelah tidak berlatih lebih dari beberapa pekan. Mengapa demikian? Karena ada kecenderungan seseorang akan bermotivasi lebih ketika ia telah lama tidak melakukan aktivitas tersebut.

Ini berlaku di berbagai bidang olahraga, seperti sepakbola, basket, bulutangkis, atau bahkan di bidang akademis seperti saat menjelang ujian.

Taruh koleksi rubik-mu di lemari atau boks selama beberapa pekan, anggap saja kamu tidak pernah memainkannya. Kemudian setelah mood muncul kembali, mulailah berlatih lagi. Hasrat rindu itu yang akan membuatmu menjadi lebih cepat lagi dari sebelumnya.

* * * instagram rubik's cube indonesia

Follow akun Instagram @rubikscubeid, Facebook, dan Twitter.

Posting Komentar

0 Komentar