3 Hal yang jarang disadari bikin kamu lambat saat main rubik
Pernah ga kamu merasakan sudah bisa menyelesaikan rubik dengan kecepatan tertentu misalnya biasa sekitar 13detik, tetapi pada hari tersebut kamu tidak bisa menggapainya? Berikut ini adalah 3 hal yang bikin kamu lambat dan gagal dalam menggapai top performance.
1. Tidak Paham Konsep Flow State
Dalam bermain rubik atau speedcubing , kamu dituntut untuk menyelesaikan rubik secepat yang kamu bisa.
Flow State adalah momen dimana kamu berada di puncak performa kamu sendiri, yang mana itu cuma bisa didapatkan dengan permainan yang mengalir cepat, tidak banyak jeda, dan fingertrick akurat pada kecepatan tinggi.
Bagaimana cara mengaktifkan flow state?
1. Ketenangan = Flow sangat berurusan dengan psikologis, hati yang tenang membuat kamu berpikir dengan benar dan akurat, minim kesalahan, dan bergerak otomatis.
2. Membuang Tekanan Psikologis = jangan memaksa diri untuk bergerak terlalu cepat, atau menarget kecepatan yang harus kamu gapai, biarkan kamu bermain tanpa tekanan agar flow tidak berantakan.
3. Lupakan Rumus dan Algoritma yang ribet, atau belum kamu kuasai, saat bermain utamakan gunakan gerakan yang bisa kamu lakukan dengan cepat tanpa memakan waktu berpikir atau jeda. rumus yang baru kamu kuasai terkadang mengganggumu, sebaiknya saat mode serius kamu lupakan sejenak dan latih rumus tersebut saat latihan santai hingga masuk ke muscle memory kamu.
4. Pemanasan beberapa solve
2. Lupa Bagaimana Mengoptimalkan Cross
ini hal yang pernah saya alami selama berbulan bulan, saya pernah mencapai average of 50 di angka 11 detik, lalu menurun ke angka 12 bahkan 13 detik.
padahal pada saat itu saya berhasil menambah banyak rumus baru yang sudah optimal, saya merasa rumus yang saya pahami sudah lebih banyak dan lebih cepat dibanding beberapa bulan lalu saat bisa 11 detik, tetapi kecepatan saya malah menurun.
ternyata tanpa disadari saya sering membuang waktu saat membuat cross, terlalu mencari langkah paling sedikit dan efektif tetapi tidak sadar ternyata saya malah melakukannya dengan lebih lambat.
Berlatihlah membuat cross maksimal 1 detik, agar kamu tidak membuang waktu di awal permainan, kalau kamu gagal membuat cross dengan cepat, artinya hasil akhir solve kamu kemungkinan lebih lambat 1-2 detik.
3. Salah dalam proses menambah hafalan rumus
salah dalam tahap mempelajari rumus baru, saat rumus yang kamu hafal sudah banyak, menambah rumus baru sudah tidak semudah waktu awal belajar, apalagi jika rumus yang lama sudah tertanam di muscle memory, saat kamu main serius rumus yang kamu pelajari sering tidak terpakai karena rumus lama sudah tertanam dan tangan bergerak secara otomatis.
untuk belajar rumus baru, kamu harus paham yang namanya muscle memory
gerakan yang kamu hafal itu harus tertanam di muscle memory, bukan hafal sesaat tapi rumus tersebut harus bisa kamu gerakan secara otomatis dan cepat.
saat menambah rumus baru, yang paling bagus adalah mengulang gerakan tersebut hingga ratusan bahkan ribuan kali, agar rumus tersebut langsung tersimpan di muscle memory tanganmu, sehingga saat bermain kamu sudah tidak perlu jeda untuk berpikir rumus yang baru kamu pelajari.

Posting Komentar