Tutorial Rubik Square-1 Untuk Pemula (Beginner Method)


Halo sob, selamat datang kembali di rubik.id, di artikel kali ini, penulis akan sharing tutorial Square-1 nih, buat kalian yang belum tau apa itu rubik square-1, kalian bisa klik link yang ada di bawah ini sob.
Baca Juga : Wajib Tau! Inilah Macam Macam Event Dalam Perlombaan Rubik(Official Competition)
Sebenarnya untuk bisa menyelesaikan Square-1 ini tidak terlalu sulit sob, hanya saja penggunaan notasi yang berbeda dari rubik pada umumnya. Berikut ini adalah contoh scramble dari Square-1.

(-3,-1)/ (-5,4)/ (0,-3)/ (-1,-4)/ (6,-3)/ (1,0)/ (-3,0)/ (-3,-2)/ (0,-4)/ (0,-2)/ (4,-5)

Kenapa disebut Square-1? Karena pada saat diacak, rubik ini tidak berbentuk kotak sob, jadi langkah pertama untuk menyelesaikan rubik ini adalah membuatnya menjadi bentuk kotak.

Notasi
Notasi pada Square-1 ini berbeda dari cube pada umumnya, di mana setiap 2 angka dipisahkan dengan tanda ( / ) atau slash. Coba kalian perhatikan bagian-bagian pada Square-1 di bawah ini.
Piece dari Square-1 terdiri dari 2 ukuran, yaitu edge yang berada di tengah, dan corner.
Edge pada Square-1 bernilai 1 (satu) dan corner bernilai (2). ( / ) atau dibaca Slice, adalah gerakan memutar layer sebelah kanan 180 derajat atau seperti gerakan R2.

Berikut contoh pembacaan notasi pada Square-1.
Angka pertama pada ( ) adalah layer atas, sedangkan angka kedua adalah layer bawah, kemudian setiap dua angka atau 1 kurung ( ) pasti dipisahkan oleh tanda ( / ).
Jika angka bernilai positif maka diputar searah jarum jam.
Jika angka bernilai negatif maka diputar berlawanan jarum jam.
Jika angka bernilai nol (0) maka tidak diputar.

Contoh
(1, 0) / - Putar layer atas 30 derajat searah jarum jam, kemudian slice.
(0, 3) / - Putar layer bawah 90 derajat searah jarum jam, seperti gerakan D pada rubik’s cube.
/ (0, -1) / - Dimulai dengan gerakan slice, kemudian putar layer bawah 30 derajat berlawanan jarum jam, kemudian lakukan slice kembali.
(2, -1) / - Putar layer atas dua edge atau satu corner (tergantung situasinya) kemudian putar layer bawah 30 derajat (1 edge) berlawanan jarum jam, kemudian slice.


Jadi jika kalian menemukan notasi (3,-1) / , maka kalian harus menjumlahkan antara edge yang bernilai 1 + corner yang bernilai 2, artinya kalian putar layer atas 90 derajat, atau seperti gerakan U.  Dan angka kedua adalah -1 maka memutar layer bawah 1 edge atau 30 derajat berlawanan jarum jam. Kemudian melakukan gerakan R2 atau slice.

Ada baiknya kalian menonton video di bawah ini sob jika masih bingung.

Tahap-1 Membuat Square
Pada tahap ini setelah rubik teracak, kalian diharuskan untuk membuatnya menjadi kotak lagi. Caranya adalah dengan menjadikannya bentuk bunga terlebih dahulu. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

Dua contoh di bawah ini menjelaskan cara membuat kubus dari dua posisi yang mudah dijangkau, ketika corner piece dikumpulkan di bagian bawah dan edge piece dikelompokkan bersama di atas, sebanyak mungkin.

Kasus 1
Jika setiap edge piece sudah berada di top layer

Gambar atas adalah posisi top layer, dan yang bawah adalah bottom, gambar sebelah kanannya adalah posisi dari cube setelah dilakukan gerakan ( / ) slice.
Kasus 2
Jika ada satu edge yang belum menyatu dengan edge lainnya (bentuk bunga)

Gambar atas adalah posisi top layer, dan yang bawah adalah bottom, gambar sebelah kanannya adalah posisi dari cube setelah dilakukan gerakan ( / ) slice.

Middle Layer tidak terorientasi
Lakukan algoritma berikut ini, supaya cube yang belum membentuk kotak menjadi kotak dengan baik. Algoritma : (0, -1) / (6, 0) / (6, 0) / (0, 1)

Tahap-2 Orientasi Corner

Pada tahap ini kita harus mengorientasi posisi dari corner piece, baik layer atas atau bawah, tetapi jika salah satu layer saja sudah terorientasi, maka kedua layer juga akan terorientasi dengan baik.

Posisi cube adalah merah di depan dan hijau di sebelah kanan (Patokannya middle layer)

Sebenarnya langkah ini sangat mudah, karena bisa dilakukan dengan intuitif. Atau bisa lihat gambar di bawah ini sob.


Tahap-3 Orientasi Edge

Pada tahap ini kita harus mengorientasi edge di layer bawah dan atas, nah untuk tahap ini membutuhkan beberapa algoritma sob.


(1,0) / (3,0) / (3,0) / (-1,-1) / (-2,1) / (-3,0) /


(1,0) / (3,0) / (-1,-1) / (-3,0) / (0,1)

KASUS TERMUDAH
(1,0) / (-1,-1) / (0,1)

Sebenarnya ada beberapa lagi kasus yang ada pada tahap edge orientation ini, tetapi untuk pemula mengetahui 3 algo tersebut saja sudah cukup. Dan jika menemukan kasus yang tidak seperti di atas, maka kalian cukup mengulang algonya supaya mendapatkan bentuk yang sesuai dengan kasus di atas.

Tahap-4 Permutasi Corner
Ada berbagai cara untuk melakukan permutasi corner, penulis menemukan cara ini pada video salah satu cuber indonesia yaitu Nathan Azaria, kemudian penulis rangkum menjadi seperti gambar di bawah ini sob.


Tahap-5 Permutasi Edge


Keuntungan memakai algo di atas adalah, kalian cukup menghafal algoritma Double J dan menghafal gerakan setupnya, mudah kan.

Tahap-6 Parity
Ini adalah tahap terakhir dari solving rubik Square-1 sob, panjang juga ya :). Pahami baik-baik sob.

Parity terjadi jika kalian tidak menemukan kasus seperti yang penulis sebutkan di atas, maka kalian perlu menghafal algo parity, setelah selesai melakukan parity, kalian akan menemukan kasus pada edge permutation pada tahap 4.

Algo Parity
/ (3,3) / (1,0) / (-2,-2) / (2,0) / (2,2) / (-1,0) / (-3,-3) / (-2,0) / (3,3) / (3,0) / (-1,-1) / (-3,0) / (1,1) / (-4,-3)


Dan cube kalian seharusnya sudah solve.

Terimakasih sudah menyimak tutorial ini, apabila ada kekeliruan mohon tinggalkan komentar, terimakasih :).

Referensi : www.google.com |www.ruwix.com | www.sarah.cubing.net

Posting Komentar

1 Komentar