Kegiatan Speedcubing Setelah Pandemi COVID-19 Berlalu, Apa yang Akan Berbeda?

rubik's cube kubus dan coronavirus covid-19
Sudah lebih dari sebulan dunia menjalani kehidupan yang berbeda sejak COVID-19 dideklarasikan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). Tempat umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan kantor sebagian besar ditutup; interaksi sosial dibatasi dan diberi jarak; perekeonomian merosot tajam.

Namun, dari sekian banyak dampak COVID-19, dampak sosial lah yang paling terlihat. Tidak terkecuali kegiatan speedcubing atau main rubik yang juga terdampak pandemi ini. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa World Cube Asssociation melarang adanya kompetisi selama Maret hingga Mei 2020 dan respon para cuber pun beragam: ada yang giat berlatih di rumah, mempelajari metode baru, mengadakan kompetisi online, hingga mengadakan pertemuan secara daring untuk sekadar berdiskusi.

Dengan asumsi wabah mereda dan vaksin COVID-19 belum/sudah ditemukan, berikut ini beberapa perubahan kebiasaan yang kemungkinan terjadi seputar kegiatan speedcubing.

Makin banyak kompetisi daring

Tak ada official, online pun jadi

Kompetisi daring/online semakin lumrah dilaksakanan oleh beberapa orang. Tak tanggung-tanggung, pesertanya bisa ratusan dari berbagai belahan dunia. Perubahan ini begitu terasa saat di kebosanan melanda para pecinta rubik selama masa karantina di rumah masing-masing, terutama di tengah ketidakpastian akan adanya kompetisi resmi dalam beberapa bulan ke depan.

Protokol kesehatan sebelum dan selama kompetisi

pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun

Selama ini mungkin sangat jarang diberlakukan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, pemeriksaan riwayat perjalanan, imbauan penggunaan masker maupun sarung tangan, dan/atau kewajiban mencuci tangan pakai sabun. Namun, bukan mustahil ini akan menjadi prosedur jika suatu kompetisi akan dilaksanakan.
cuci tangan pakai sabun sebelum main rubik
Jaminan kesehatan dan keselamatan para peserta akan diprioritaskan, apalagi jika terjadi keadaan darurat saat kompetisi berlangsung, sudah pasti keberadaan tenaga medis dan P3K wajib adanya.

Pembersihan peralatan kompetisi

Yang selama ini luput dari pengawasan panitia kompetisi ialah kebersihan peralatan yang digunakan selama perlombaan berlangsung, mulai dari meja, kursi, timer, stopwatch, cube cover, dan mikrofon.
penyemprotan disinfeksi disinfektan ke benda di sekitar

Bahkan, rubik para peserta luput dari pengawasan padahal rentan membawa bakteri ataupun virus akibat kontaminasi banyak orang.

Hal ini membutuhkan perhatian khusus dari para pembuat kebijakan serta panitia acara, sebab tanpa adanya kepastian akan kebersihan peralatan maka semua orang yang terlibat akan berpotensi tertular penyakit.

Perubahan cara bersosialisasi anggota komunitas

Setelah berbulan-bulan tidak berjumpa, apalagi dengan rutinitas di rumah serba tertutup dan jauh dari keramaian, tentu akan mengubah cara pandang dan perilaku kita terhadap orang lain. Bila dulu kita tidak ragu berjabat tangan, menepuk pundak, atau berbicara dari jarak yang sangat dekat, mungkin semua itu akan berubah setelah pandemi COVID-19 mereda.

salam siku cegah penularan corona

Menyapa bisa dengan gestur namaste atau anggukan, mengobrol agak diberi jarak, dan mengurangi kontak fisik. Hal tersebut dilakukan bukan karena kita egois atau antisosial, melainkan demi kebaikan bersama untuk sementara waktu.

perang melawan virus corona covid-19

Usai berperang melawan corona, kita tentu butuh waktu untuk pulih. Dan pada masa pemulihan, sangat wajar apabila kita masih trauma dan menutup diri. Toh akan ada waktunya kita dapat bersalaman tanpa canggung atau tertawa bersama tanpa terhalang jarak dan masker. Harapannya, semoga COVID-19 memberikan dampak positif bagi kita semua.

* * *   instagram rubik's cube indonesia

Follow akun Instagram @rubikscubeid, Facebook, dan Twitter.

Posting Komentar

0 Komentar