Magnet di dalam Rubik? Buat Apa Sih?

Halo pembaca setia. Kali ini rubik.id ingin bagi-bagi info nih tentang rubik magnetik. Buat kalian yang baru mendalami speedcubing mungkin bertanya-tanya seperti ini, "Kok rekor dunia sekarang kebanyakan pakai rubik magnetik? Rubik magnetik itu apa bagusnya sih dibandingkan dengan rubik biasa?" atau "Rubik magnetik kok mahal-mahal sih?" Nah, di sini bakal dibahas secara jelas apa itu rubik magnetik, dan mengapa rubik magnetik dipakai oleh kebanyakan speedcuber kelas dunia.

1. Awal Mula Rubik Magnetik


Pada awalnya, pemasangan magnet pada speedcube bukan bermulai dari rubik 3x3x3, melainkan Pyraminx yang dimulai pada pertengahan tahun 2016. Sebelum Moyu dan Qiyi membuat Pyraminx bermagnet, Pyraminx mereka menggunakan ball bearing atau bola logam kecil untuk membuat setiap lapis (layer) tetap sejajar atau lurus pada tempatnya setelah diputar.

Kedua perusahaan ini mencoba untuk mengganti ball bearing dengan sesuatu yang lebih baik dikarenakan ball bearing terlalu nge-klik dan bentuknya yang bulat sehingga permukaan dalam rubik tidak rata. Setelah merilis Pyraminx magnetik, mereka mendapatkan banyak respon positif sehingga mereka juga menerapkannya pada Skewb karena sebelumnya juga memakai ball bearing.

Nah, bagaimana untuk 3x3x3? Untuk 3x3x3 bermula pada riset yang dilakukan oleh Chris Tran, seorang ilmuwan yang bekerja pada Cubicle Labs, bagian dari TheCubicle. Beliau melakukan eksperimen dan perhitungan dengan ilmu fisika yang beliau pelajari untuk menemukan magnet yang cocok untuk dipakai pada rubik 3x3x3.

Beliau sukses membuat rubik 3x3x3 magnetik dengan performa yang baik dengan memakai Moyu Weilong GTS, TheValk Valk3, dan GAN356 Air sebagai rubik percobaan. Setelah itu, beliau dan TheCubicle merilis Weilong GTS M, yaitu rubik 3x3x3 magnetik pertama yang dirilis secara publik. Sejak itu, beberapa perusahaan pembuat rubik mengikuti langkah Chris Tran untuk membuat rubik 3x3x3 magnetik.

Tak lama kemudian, Moyu membuat Moyu Weilong GTS2 M dan GANCube membuat GAN356 Air UM (Ultimate Magnetic) sebagai langkah awal dari perusahaan rubik untuk membuat lebih banyak rubik magnetik. Di bawah ini adalah video Chris Tran yang mendemonstrasikan magnet pada rubik 3x3x3.


2. Fungsi Magnet pada Rubik

Nah, apa sih fungsi magnet pada rubik? Magnet pada rubik memiliki fungsi yang mirip dengan ball bearing pada penjelasan di atas, yaitu untuk membuat setiap lapis (layer) tetap sejajar atau lurus pada tempatnya sehingga putaran yang kamu lakukan akan lebih akurat. Namun, magnet lebih baik dan enak untuk dipakai karena letaknya yang berada di bagian dalam setiap piece pada rubik, bukan muncul pada permukaan seperti ball bearing, sehingga pernukaan rubik tetap rata dan memiliki hambatan putaran yang lebih sedikit.

Selain itu, magnet juga mencegah piece rubik lepas dari tempatnya, atau pop-out (disngkat pop). Jika kamu lebih suka rubik dengan tensi yang longgar atau kendur namun tidak ingin piece rubiknya pop, maka solusinya adalah memakai rubik magnetik.


Mungkin pertanyaan kamu selanjutnya adalah "Apakah saya harus mengganti rubik biasa ke rubik magnetik?" Jika pemecah rekor dunia memakai rubik magnetik, kenapa tidak?

Posting Komentar

0 Komentar