Bagaimana Cara Mengajarkan Balita atau Anak Menyelesaikan Kubus Rubik?

Tumbuh kembang anak tentu dapat dipacu oleh kegiatan positif yang merangsang hormon, otot, dan daya pikir mereka. Sudah barang tentu para orang tua harus selektif memilih mainan yang menemani hari-hari anak mereka dari sejak balita, anak-anak, hingga beranjak remaja. Di antara sekian banyak mainan yang dapat dipilih ialah Kubus Rubik atau Rubik's Cube, sebuah puzzle warna-warni yang didesain dapat diacak dan diselesaikan layaknya sebuah misteri teka-teki.

mengajari anak cara bermain dan menyelesaikan rubik

Pertanyaan di benak para orang tua mungkin bagaimana cara mengajari anak-anak bahkan balita untuk bisa bermain dan menyelesaikan rubik? Berikut ini jawaban yang dapat dipraktikkan.

Manfaat Kubus Rubik untuk edukasi anak-anak

bapak dan anak belajar rubik
Beberapa manfaat memperkenalkan rubik kepada anak antara lain:
1. Anak mampu mengenal warna dan bangun ruang
2. Rubik melatih motorik dan ketelitian anak
3. Anak jadi terbiasa bersabar dan pantang menyerah

Pengenalan konsep dimensi dan bagian-bagian rubik

Balita di atas usia 3 tahun boleh untuk mulai bermain rubik dengan pengawasan orang tua, hal ini untuk mencegah sang balita memasukkan rubik yang notabene terbuat dari plastik ke dalam mulut.
anak berpikir konsep dan bagian rubik's cube
Saat usia 5 atau 6 tahun baru mulailah mengenalkan konsep dimensi bangun ruang yang membentuk rubik: poros/pondasi, tengah (center), tepi (edge), dan ujung (corner).

Penjelasan cara menyelesaikan

Sebelum mengajarkan rubik kepada anak, Anda sebagai orang tua wajib memahami apa yang diajarkan terlebih dahulu. Lebih bagus lagi jika orang tua sudah lancar menyelesaikan rubik tanpa perlu melihat panduan menyelesaikan rubik layer by layer.

Biarkan anak merasakan genggaman dan putaran rubik yang ada di tangannya. Seiring dengan berjalannya waktu, ia akan paham konsekuensi dari setiap gerakan yang dilakukan.


Ajari anak untuk membentuk cross (tanda tambah atau simbol plus +), utamakan warna terang seperti putih atau kuning.


Jika sudah bisa, ajari mereka cara memasukkan corner ke tempat asalnya masing-masing. Langkah berikutnya adalah menaruh edge di posisi yang seharusnya tanpa merusak cross dan corner yang telah benar posisinya.


Untuk penyelesaian baris terakhir, mulai perkenalkan algoritma last layer kepada anak. Bimbing dia dengan cara memegang tangannya saat mempraktikkan gerakan algoritma. Apabila sudah diulang berkali-kali, dengan sendirinya anak akan terbiasa karena muscle memory berhasil merekamnya.

Kesimpulan

anak senang rubik yang dia mainkan telah selesai solved
Banyak manfaat bagi balita maupun anak ketika mereka dikenalkan akan mainan rubik, mulai dari motorik, emosi, dan kecerdasan. Pilihlah rubik yang stickerless ketimbang sticker, hal ini demi menghindari terkelupasnya stiker bahkan tergigit atau tertelan oleh si anak. Tidak perlu langsung mengajari metode menyelesaikannya, mulailah dari konsep dasarnya terlebih dahulu. Buat si anak tertarik sehingga minatnya akan tumbuh dengan sendiri.

* * *   instagram rubik's cube indonesia

Follow akun Instagram @rubikscubeid, Facebook, dan Twitter.

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Kalau ngajarin orang tua main rubik gimana yaa?
    Tapi orang tuanya udh terlanjur tidak suka rubik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau orang tua terlanjur tidak suka, bisa minta tolong anggota keluarga lain untuk ajarkan. Atau minta tolong guru privat rubik.

      Hapus