Lomba Rubik Online Bisa Diakui Secara Resmi oleh WCA, Syaratnya?

Leo Borromeo di kompetisi lomba rubik di rumah online

Suka atau tidak suka, pandemi COVID-19 membuat kegiatan di luar rumah tak bisa dilakukan. Begitu pula nasib kompetisi resmi World Cube Association (WCA) yang ditiadakan hingga beberapa bulan ke depan.

Menanggapi hal ini, para speedcuber tidak kehabisan akal. Mereka semarak mengadakan berbagai lomba daring (online) dengan skala puluhan, ratusan, bahkan ribuan peserta dari penjuru dunia.

Yang kini menjadi pertanyaan: apakah bisa lomba rubik online diakui sebagai lomba resmi oleh WCA? Jika iya, apa saja syarat-syaratnya? Berikut pembahasannya.

Untuk menelaah kajian apakah lomba rubik online bisa dan layak diakui secara resmi oleh WCA, mari kita perhatikan alur keikutsertaan kompetitor dalam suatu kompetisi resmi.

Prakompetisi: pendaftaran

Pendaftaran atau registrasi peserta wajib melalui situs WCA, baik yang baru pertama kali berkompetisi maupun yang sudah pernah.

Kompetisi: alur

Inspeksi

Cuber memiliki inspeksi selama 15 detik secara teratur. Sebelum diperiksa, kubus harus disembunyikan di penutup kubus dan dibuka oleh judge.

Penyelesaian

Proses solving dengan menekan dan melepas jari jemari dari SpeedStacks stackmat timer, kemudian diakhiri dengan menekan timer untuk menghentikan catatan waktu.

Input waktu

Judge menuliskan catatan waktu solving di atas sebuah scoresheet atau lembar skor. Tanda tangan peserta dan judge wajib tertera di setiap kolom solving.

Pascakompetisi: penyerahan hadiah dan verifikasi catatan waktu

Tim panitia dibantu oleh Delegasi WCA menentukan juara tiap-tiap cabang perlombaan berdasarkan average of 5, best of 3, atau mean of 3.

main rubik di rumah aja pakai speedstacks stackmat timer

Kembali lagi ke pembahasan utama. Apabila memang lomba rubik online ingin dan dapat diakui oleh WCA sebagai kompetisi resmi, ada beberapa poin yang harus diperhatikan, antara lain.

1. Pemilihan kategori perlombaan

Kategori atau cabang kompetisi non-online harus dibedakan. Sebab, beberapa cabang resmi WCA membutuhkan waktu pengacakan, penyelesaian, dan pengumpulan skor yang tidak sebentar.

2. Regulasi yang sedikit dilonggarkan

Perlu sama-sama kita ketahui bahwa peraturan WCA sangatlah ketat dibandingkan kompetisi unofficial. Dengan segala keterbatasan yang mungkin timbul saat kompetisi online dilaksanakan, beberapa peraturan bisa saja diringankan sehingga panitia dan Delegasi WCA tidak terlalu kewalahan.

3. Penyertaan Delegasi WCA dan tim panitia

Apabila mengacu pada regulasi WCA 1a) Sebuah kompetisi harus melibatkan Delegasi WCA dan tim panitia (lebih dari satu orang atau lebih) yang terdiri atas: wasit (judges), pengacak (scramblers), dan pengambil skor (score takers).

Delegasi WCA dan panitia harus memastikan bahwa semua peserta mematuhi peraturan perlombaan, tanpa kecuali:
✓ Mengacak dan menyelesaikan cube sesuai jadwal
✓ Memastikan keberadaan wasit di sebelah peserta untuk memberi aba-aba inspeksi sekaligus menuliskan catatan waktu
✓ Mengumpulkan hasil catatan waktu yang tertulis di atas scoresheets
✓ Menyerahkan bukti rekaman video mentah atau video tanpa disunting yang berisi solving masing-masing

Setiap Delegasi WCA juga wajib memberikan validasi kepada setiap video yang disetorkan oleh peserta supaya peserta dan panitia mengetahui mana solve yang sah dan yang tidak (+2/DNF/DNS).

Kesimpulan

Menjadikan lomba rubik online sebagai kompetisi resmi bukanlah hal mustahil, akan tetapi banyak persyaratan yang wajib dipenuhi, mulai dari pemilihan cabang kompetisi yang tepat, penerapan peraturan, pemerataan standar koneksi internet setiap peserta, dan proses validasi yang cukup ketat.

Hal ini untuk mengcegah terjadinya kecurangan atau ketidaktelitian pihak panitia dalam memverifikasi setiap catatan waktu para peserta lomba.


* * *   instagram rubik's cube indonesia

Follow akun Instagram @rubikscubeid, Facebook, dan Twitter.

Posting Komentar

0 Komentar