7 Tanda Kamu Kecanduan Rubik's Cube dan Cara Mengatasinya

anak kecil hobi main rubik
Setiap orang tentu memiliki kebiasaan masing-masing, bisa yang mengarah ke hal-hal positif maupun hal-hal cenderung negatif. Ada dua kemungkinan suatu kegiatan apabila digemari, yaitu menjadi hobi atau menjadi candu.

Di artikel ini, kita akan lebih memahami kaitan antara rubik atau speedcubing dengan hobi yang candu serta pengaruhnya terhadap berbagai aspek kehidupan.

Apa perbedaan antara hobi dan kecanduan?

Perbedaan antara keduanya dapat terlihat dan dinilai dari frekuensi kegiatan yang digemari. Apakah setiap jam, setiap hari, atau hanya sesekali setiap pekan?

kecanduan video game ps4
Terlalu sering bermain video game juga dapat menimbulkan kecanduan (Pexels.com)

Suatu kegiatan akan menjadi hobi apabila orang yang menggelutinya senang atau bahagia ketika melakukannya, dengan batas kesadaran untuk tidak terlalu sering atau tidak terlalu intens.

Sedangkan kegiatan akan menjadi candu (adiktif) apabila orang yang menggelutinya selain, senang atau bahagia, juga kerap lupa waktu dan mengesampingkan hal-hal lain yang mestinya ia lakukan. Itulah alasan kecanduan seringkali memengaruhi seseorang dari berbagai aspek kehidupan seperti prestasi akademik, kesehatan jasmani, maupun kesehatan psikis.

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5), kecanduan tergolong gangguan adiktif (addictive disorder). Dalam hal hobi seperti rubik, jika sudah memasuki tahap yang paling ekstrem akan menimbulkan obsessive-compulsive disorder yaitu kecenderungan pengidapnya selalu ingin mengulang aktivitas yang sama dan sangat susah untuk berhenti melakukannya.

Tanda-tanda seseorang kecanduan Kubus Rubik

rubik di atas meja kerja di depan komputer

1. Kesehatan dan keselamatanmu mulai terancam

Perlu disadari bahwa tidak jarang speedcuber berlatih sangat intens untuk meraih catatan waktu yang diinginkan. Tidak jarang ini menyita waktu yang sangat lama, berjam-jam. Akibatnya, kesehatan mulai terancam karena terlalu lama duduk, kurang minum, lupa makan, hingga mengabaikan waktu istirahat.

Di sisi lain, kecanduan rubik juga bisa diindikasikan dari ke mana pun kamu membawanya. Apakah hanya ditinggalkan di rumah? Apa selalu ada di dalam tas? Jangan sampai rubik membahayakan nyawamu seperti memainkannya saat berkendara atau saat di tempat yang berbahaya seperti tebing, pinggir jurang, atau tepi sungai.

2. Keuanganmu sedikit demi sedikit makin menipis

Harga rubik yang semakin mahal dan keinginan untuk mengoleksinya seringkali menyebabkan seseorang rela merogoh kocek secara berlebihan. Pada akhirnya uang tabungan semakin tipis, padahal bisa dialhikan untuk membeli kebutuhan lain yang lebih penting.

Bahkan sekalipun orang tua yang membeli semua rubikmu, mengoleksinya secara berlebihan tetap tidak baik jika hanya menjadi tumpukan barang yang tidak terpakai.

3. Prestasi akademis atau kariermu mengalami kemerosotan

Bermain rubik memang mengasyikkan, apalagi di saat waktu senggang. Namun, ia dapat mengganggu jika dilakukan ketika waktu belajar atau waktu kerjamu. Kecanduan rubik tidak jarang memengaruhi prestasi sekolah, universitas, maupun tempat kerja.

4. Kamu berani berbohong kepada orang terdekat

Berbohong biasa dilakukan untuk menampik anggapan atau pertanyaan orang lain. Apakah kamu sering berbohong ketika ditanya "sudah belajar?", "sudah makan?", atau yang paling sederhana seperti "sedang apa?".

Ingat: kebohongan pertama akan menggiringmu untuk melakukan kebohongan kedua, ketiga, dan seterusnya. Berhentilah selagi bisa.

5. Reaksimu ketika membahas rubik berbeda daripada orang lain

Rasa antiusias wajar timbul apabila kamu sedang membahas suatu hal, tidak terkecuali tentang rubik. Mungkin kamu memahami seluk beluk sejarah rubik, profil speedcuber, atau catatan rekor terkini.

Namun, jika antusiasme itu diekspresikan secara berlebihan dan meluap-luap, tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain. Apalagi jika kamu berbohong mengenai kemampuan dan catatan waktumu kepada orang lain, ini bisa menjatuhkan kredibilitasmu di komunitas.

6. Timbul rasa cemas saat kamu tidak dapat memainkannya

Intensitas memainkan rubik bisa berdampak terhadap sisi emosional seseorang, yang berujung pada gangguan kesehatan mental. Apabila hasrat untuk memainkan rubik tidak bisa kamu tahan, bahkan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman, tentu sangatlah berbahaya.

Hobi yang baik ialah yang memantik perasaan senang dan bahagia, bukan yang memancing timbulnya rasa cemas dan depresi.

7. Orang-orang di sekitarmu mulai menaruh perhatian

Orang-orang di sekitar tentu akan mencemaskanmu jika kamu jarang keluar kamar, kurang bergerak, atau malas makan. Hanya karena sebuah mainan kubus warna-warni, kamu mengurangi aktivitas sosial.

Inilah pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan keluarga, pasangan, dan teman-temanmu supaya mereka tidak mengkhawatirkanmu secara berlebihan.

Cara mencegah dan mengurangi risiko kecanduan Kubus Rubik

Beberapa orang menyadari bahwa mereka memiliki masalah kecanduan dan mencari bantuan. Orang lain mungkin memerlukan penjelasan dari orang di sekitarnya sehingga ia memahami bahwa perilaku itu dapat memengaruhi mereka.

Untuk mencegah potensi candu, ada baiknya kamu menyibukkan diri untuk beraktivitas, seperti membaca buku, mendengarkan musik, berolahraga, memasak, menonton film, atau bermeditasi. Ingat, hidup ini butuh keseimbangan dan tidak boleh didominasi oleh hobi tertentu.

peduli dan menyayangi terhadap diri sendiri

Bagi para pecandu rubik yang merasa dirinya memerlukan bantuan terapi kesehatan mental, dapat menghubungi psikiater atau ahli di bidangnya. Hal ini penting karena dalam kondisi tertentu dibutuhkan ahli untuk menanganinya.

Dukungan dari pihak keluarga, terutama orang tua, juga tak kalah penting. Kepercayaan harus dibangun supaya proses penyembuhan dapat berlangsung dengan lancar hingga kondisi pengidap candu semakin membaik dan dinyatakan sembuh.

* * *  
 
Follow akun Instagram @rubikscubeid, Facebook, dan Twitter.

Posting Komentar

0 Komentar